Teknik Benchmarking Aplikasi PHP

Posted: 23 Agustus 2011 in Lain-lain

Membuat aplikasi maupun website PHP sangatlah mudah. Bahkan untuk mereka yang tidak tahu code bahasa pemrograman web sekalipun. Sudah banyak CMS yang membantu pelaku bisnis internet ataupun para webmaster dalam menjalankan pekerjaannya. Tapi pernahkah terbersit di benak anda, seberapa kuat CMS yang anda gunakan itu? Berapa koneksi yang secara bersamaan datang ke website anda dan itu semua masih mampu ditangani dengan baik? Kapankah website anda akan mengalami penurunan kinerja yang signifikan sebelum akhirnya down karena terlalu banyak pengunjung yang mengakses secara bersamaan? Dan pertanyaan yang paling penting adalah, bagaimana saya bisa memastikan bahwa website maupun aplikasi PHP saya akan tetap running pada misalkan 100, 1000, ataupun 10.000 akses secara bersamaan?

 

Untuk itulah diperlukan teknik benchmarking PHP ini. Teknik ini sangat berguna untuk melakukan testing seberapa kuat aplikasi yang kita buat. Bagaimana membuat code program yang optimal, bahkan bagaimana memilih web server yang handal, dari segi kecepatan dan keamanannya.

 

Untuk keperluan benchmarking trafficload sebuah website kita bisa menggunakan tools opensource yaitu Apache Benchmark (ab) dan Siege. Dengan menggunakan kedua tools ini kita bisa menyimulasikan traffic load yang ingin kita tes. Karena berbasis command line, tools ini menyediakan banyak fitur pengetesan untuk mendapatakan hasil sesuai harapan. Selain itu proses instalasi kedua tools ini juga sangat mudah.

 

Akan tetapi sebelum kita mempelajari bagaimana cara instalasi dan penggunaan kedua tools tersebut, terlebih dahulu kita akan mengeksplorasi stack yang ada di aplikasi PHP.

 

Setiap aplikasi PHP yang ditunjukkan di browser kepada pengguna memiliki kode pemrograman dalam bentuk JS(Javascript), Cascading Style Sheet (CSS), Flash, dan teknologi frontend lainnya, dan konten missal berupa gambar. Frontend menjadi blok Stack pertama dalam aplikasi PHP kita. Melalui front end inilah user akan mengeksplorasi aplikasi kita yang kemudian akan mentrigger untuk dieksekusinya kode yang ada di layer PHP. Layer PHP berisi logika bisnis khusus untuk aplikasi yang bersangkutan dan akan berinteraksi langsung dengan database ataupun webservice untuk mendapatkan data yang akan di sajikan di frontend. Dan pada akhirnya semua aplikasi web dengan PHP harus diinstal di web server seperti Apache, NginX, ataupun LightHttpd.

 

Untuk mendapatkan kinerja yang optimal pada aplikasi web kita, setidaknya ada beberapa proses optimisasi yang harus dilakukan di masing-masing layer yaitu :

  1. Optimisasi di layer frontend (CSS, Javascript, dan HTML) yang digunakan.
  2. Optimisasi code PHP yang digunakan untuk membangun aplikasi web kita.
  3. Konten Caching, menggunakan tool-tool cache manager yang tepat.
  4. Pemilihan dan optimisasi web server yang akan digunakan.
  5. Optimisasi database

 

Pada tulisan berikutnya akan kita bahas satu demi satu, cara untuk melakukannya agar mendapatkan website yang optimal dan handal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s